WARUNGKITA88, Negara Arab Saudi saat ini punya cara-cara tersendiri untuk memantau hal-hal yang berseliweran di media sosial seperti Twitter. Mereka bahkan sempat diklaim 'menanam' mata-mata di Twitter.
Mata-mata itu dilaporkan bertugas untuk memantau akun-akun yang ada di media sosial tersebut. Peristiwa ini diketahui oleh laporan New York Times, yang menyebut pihak intelijen Barat pernah melaporkan hal tersebut ke Twitter, yang menyebut Arab Saudi 'melatih' salah satu karyawannya yang bernama Ali Alzabarah.
Alzabarah, yang saat ini bekerja sebagai engineer di Twitter sejak 2013, dibujuk agar memantau akun-akun tertentu karena ia mempunyai akses kepada akun pengguna, demikian dikutip WarungVip88,
Setelah mengetahui kelakuan karyawannya ini, Twitter langsung melakukan penyelidikan. Dan dari hasil penyelidikan itu ternyata memang tak terbukti bahwa Alzabarah ada membocorkan data-data Twitter ke pemerintahan Arab Saudi.
Namun tidak berhenti begitu saja, Twitter tetap saja memecatnya pada akhir tahun 2015, memberi notifikasi pada sejumlah akun yang sebelumnya sempat menjadi target Alzabarah. Setelah dipecat, Alzabarah kemudian kembali ke Arab Saudi.
Akun-akun yang diberi notifikasi oleh Twitter itu antara lain milik peneliti keamanan, akademisi, dan jurnalis, termasuk orang-orang yang bekerja pada proyek Tor.
Laporan New York Times ini tak menyebutkan adanya nama Jamal Khashoggi dalam daftar yang dimata-matai oleh pemerintah Arab Saudi. Namun ia disebut menjadi target 'serangan' dari pasukan cyber yang dibuat oleh pemerintah Arab Saudi untuk membungkam pihak-pihak yang mengkritisi mereka.
Twitter pun baru-baru ini menutup akun botnet yang dipakai untuk menggeber propaganda pro Arab Saudi setelah kematian Khashoggi, yang dibuat antara 2011 sampai 2017.







0 komentar:
Posting Komentar